Tak Berkategori

Tips Mengajarkan Anak Menghafal Al-Qur’an Sejak Dini

Siapa yang tak menginginkan memiliki anak yang shalih dan shalihah? Saya yakin, semua dari kita yang muslim menginginkan hal tersebut. Begitu pun saya dan istri, ingin sekali buah hati kami, Adam, Hawwa dan Shafiyyah menjadi anak shalih dan shalihah, terlebih menjadi seorang hafiz qur’an, maa syaa Allah…

Untuk itu, secara perlahan dan rutin saya selalu berusaha mendekatkan anak-anak saya pada Al-Qur’an, dengan mengajarkannya mengaji, memperdengarkan mereka ayat-ayat Allah, pun juga dengan menceritakan terjemahan dari ayat-ayat tersebut secara dini. Mengapa sejak dini? Karena daya tangkap anak-anak saat dini itu masih bagus sekali teman-teman, dan anak-anak adalah pengingat sekaligus peniru yang ulung. Maka, jika kita memberikan input pada mereka hal-hal baik, in syaa Allah, anak akan mudah menerapkan dan mengaplikasikannya sendiri.

Cara saya dan istri untuk mendekatkan anak dengan Al-Qur’an adalah dengan cara mengajaknya menghafal qur’an dengan perlahan tapi pasti, dan tentunya dimulai dengan surah-surah pendek. Dan pastinya, itu tak mudah, karena kami harus memiliki cara-cara jitu agar anak mau nurut dan senang dalam menghafalkan qur’an. Lalu, bagaimana caranya? Saya bagikan tips yang sesuai pengalaman saya ya:

  1. Dimulai dari diri sendiri

Adalah sebuah nafsu atau keegoisan ketika kita menginginkan anak melakukan sesuatu seperti yang kita inginkan, namun kita sendiri tidak melakukan dan memberikan contoh kepada anak kita bagaimana seharusnya. Karena balik lagi, anak adalah peniru ulung, ia akan mengikuti setiap gerak gerik kita. Untuk itu, kiranya kita harus memulai dari diri sendiri. Kita yang harus belajar dulu, kita yang harus dekat dengan Al-Qur’an terlebih dahulu, dan kita yang harus menghafalnya terlebih dahulu. Makanya, tak ada kata terlambat, meskipun usia kian bertambah, sebelum meminta anak-anak menghafal qur’an, saya yang harus hafal terlebih dahulu.

     2.Ikuti gaya belajar anak

Setiap anak, tentunya memiliki ciri khas tersendiri. Begitupun dalam hal belajar. Ada anak yang suka menghafal dengan membaca sendiri, ada juga anak yang suka menghafal dengan cara mendengar. Kebetulan, Adam suka sekali dengan mendengarkan. Untuk itu, di rumah, di mobil atau di tempat-tempat baik manapun, saya coba putarkan murrotal, dan alhamdulillah Adam perlahan mengikuti dan menghafal dengan sendirinya.

3.Jangan tunda nanti, mulailah sejak dini

Kapan sih waktu yang paling tepat untuk meminta anak kita dekat dengan AL-Qur’an? Sejak masuk sekolah kah? Atau sejak baligh, kah? Maka yang saya pelajari, kata Ustadz, dimulai sedini mungkin. Bahkan sejak masih janin dan di dalam kandungan ibunda, biasakanlah ia dengan suara-suara Al-Qur’an yang diperdengarkan. Maka ketika anak lahir, anak tidak asing dengan suara Al-Qur’an.

   4.Banyak bersabar dan seringlah terlibat langsung

Namanya juga anak-anak, ada kalanya mereka bosan dalam menghafal dan inginnya bermain. Untuk itu, kita juga jangan terlalu memaksakan kehendak. Jika ia bosan, berilah kelonggaran waktu untuknya, ajaklah ia bermain sambil menghafal, atau pilihlah metode yang mengasyikan. Jangan sampai, karena anak-anak sedang bosan dan tidak mau menuruti kita, kita malah marah ya…

Dan satu hal lagi, keterlibatan kita dalam proses penghafalan qur’an anak itu penting, karena kita bisa sekaligus melihat perkembangan anak dan sejauh mana daya ingatnya dalam menghafal.

   5.Buat suasana yang nyaman

Tak selalu dalam suasana bermain, ada kalanya menghafal dibutuhkan suasana yang tenang. Dan ini, bisa disiasati oleh kita secara berselingan. Maka, biar anak tidak bosan dan tidak cepat mengantuk saat menghafal di suasana yang tenang, buatlah suasana yang nyaman. Singkirkan benda-benda yang kiranya bisa menggangu konsentrasinya, misalnya seperti gadget, televisi atau suara-suara bising lainnya.

   6.Kasih reward sebagai apresiasi atas pencapaiannya

Tak ada salahnya, jika kita memberikan hadiah kepada anak atas pencapaiannya dalam menghafal Al-Qur’an. Dan tak ada salahnya pula jika kita mengiming-imingi sesuatu di awal. Agar itu supaya anak bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an. Apalagi, jika masih di tahap awal mengajak, maka cara ini saya lakukan untuk mengajak Adam dalam menghafal.

Itulah tadi keenam tips dari saya dalam mengajak anak-anak mengenal, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Teman-teman ada tips lain tidak? Kalau ada, boleh ya di share di kolom komentar agar bisa saya coba juga, hehehe

Alhamdulillah, target Adam dari sekolahnya adalah menghafal sampai surat Al Fajr, dan saat ini sudah tuntas. Sengaja, untuk sementara waktu saya dan istri bersepakat untuk memberhentikan terlebih dahulu hafalannya. Dikarenakan kami ingin membenarkan hafalan Adam, baik dari tajwid, makharijul huruf, dan lainnya agar hafalan Adam tidak salah-salah dan dapat meneruskan hafalan dengan lebih baik.

Ayah, Bunda, Ingat… mungkin untuk mengajak anak menghafaln Al-Qur’an dibutuhkan effort yang besar, namun ingat juga, balasan dari Allah Ta’ala JAUH LEBIH BESAR dari effort yang kita keluarkan. Dan harapannya, Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat di yaumil akhir kelak. Aamiin Yaa Rabb…

 

Teuku Wisnu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *