Keluarga

Lebaran Idul Adha Ala TW & SS, Ngapain Aja?

10-11 Dzulhijjah 1441H, alhamdulillahirrabil ‘alamin bersyukur kepada Allah Ta’ala yang masih memberikan nikmat panjang umur dan sehat sehingga saya dan keluarga besar masih bisa merasakan kebahagiaan berlebaran di Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Lebaran tahun ini sedikit berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya, karena kita semua masih di tengah pandemi. Namun meski begitu, atas izin Allah Ta’ala, saya dan keluarga masih bisa menjalankan beberapa kegiatan di antaranya;

  1. Takbiran dan Shalat Idul Adha Bareng Keluarga

Alhamdulillah, dari malam takbiran sampai shalat Idul Adha saya laksanakan di rumah aja bersama keluarga. Hal itu dikarenakan, saya masih berusaha menjaga jarak. Kalau ditanya, ‘Rindu tidak shalat di Masjid?’, Maa Syaa Allah, saya rindu sekali. Semoga ya teman-teman, pandemi ini segera pulih dan kita semua bisa beraktifitas kembali di luar rumah dengan leluasa.

  1. Saling Bermaafan

Tak hanya momentum Idul Fitri untuk saling bermaafan, Idul Adha pun juga. Bahkan sebenarnya, tak perlu menunggu hari khusus untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Setuju, bukan? Namun di keluarga saya telah terbiasa, baik lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha kami saling bermaafan. Saya saling bermaafan dengan istri, anak-anak saling bermaafan dengan orang tua, sampai kami dengan mba dan mas yang membantu mengurus rumah.

  1. Berkunjung ke Rumah Oma

Meski pasukan tak komplit, karena hanya saya, istri dan kakak Hawwa (kurang abang Adam & adik Syaffiyah), alhamdulillah saya berkesempatan kumpul keluarga ke rumah Oma (neneknya istri). Kakak Hawwa senang sekali ke sana karena bisa main dengan sepupu yang seusianya. Dan sudah menjadi ciri khas, kalau berkunjung ke rumah Oma disuguhi dengan masakan khas Padang. Adapun tema masakan Idul Adha kali ini ada dendeng, sop buntut, ketupat sayur dan ayam pangek. Maa Syaa Allah, saya yang di rumah sudah makan jadi makan lagi, hmm.. kalau kata orang Padang mah, ‘Lamaaak Banaaa!’ atau enak bangeeet!

Di rumah Oma pun, banyak sekali kumpulan foto dan album sinetron yang istri bintangi. Mulai dari Wulan sampai Cinta Fitri, setiap season pun ada. Saya jadi mengenang masa muda bersama dia~ #eaaaa

  1. Menyembelih Hewan Qurban

Termasuk sunnah shahibul qurban juga menyembelih dengan tangan sendiri hewan yang dikurbankan. Karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewan qurbannya sendiri, sebagaimana disebutkan dalam hadist;

“Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing yang putih kehitaman (bercampur hitam pada sebagian anggota tubuhnya), bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, beliau mengucapkan bismillah serta bertakbir dan meletakkan kaki beliau di badan kedua hewan tersebut”. (HR. Al Bukhari Muslim)

Dan alhamdulillah, Allah melapangkan rezeki saya, sehingga saya dan keluarga bisa berkurban sapi tahun ini. Dan untuk pertama kalinya, saya menyembelih sapi dengan tangan saya sendiri. Sebelumnya memang saya sudah menyembelih kambing atau domba, namun untuk sapi ini pertama kalinya.

Pengalaman pertama ini, tentunya menjadi pelajaran bagi saya. Rasanya degdeg-an ada, tapi dari sini saya jadi terbayang, bagimana ketaatan, ketauladanan dan pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan Nabi Ismail ‘alahissalam dalam menjelankan perintah Allah Ta’ala. Kecintaan mereka pada-Nya adalah yang utama, melebihi apapun yang ada disisinya. Maa syaa Allah…

Adapun hukum menyembelih hewan kurban dilakukan oleh orang lain, tukang jagal atau dilakukan secara kolektif seperti kebanyakan yang kita saksikan, itu tak mengapa jika shahibul qurban memiliki udzur atau tidak mampu.

 

Selengkapnya, kegiatan Idul Adha saya dan keluarga bisa disaksikan di youtube The Sungkar Family  ya

Semoga menghibur dan bermanfaat ya,

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441H, salam hangat untuk keluarga teman-teman di rumah!

 

 

Teuku Wisnu

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *