Tak Berkategori

JANGAN JADI SUAMI YANG PEMALAS

Namanya juga manusia, pasti memiliki kesukaan, minat atau hobi masing-masing, baik itu wanita maupun pria. Seperti saya sendiri, saya suka sekali mendukung club sepak bola favorit saya, Inter Milan dalam pertandingan di lapangan hijau, atau menjalani hobi saya motoran bareng komunitas motoran.yuk.Bersama teman-teman. Keduanya adalah hal yang menyenangkan untuk saya lakukan. Dan dalam Islam pun tak ada larangan selama tidak berlebihan.

Namun realitanya, banyak dari kita, terutama para pria yang berlebihan atau bahkan fanatik terhadap hal-hal yang disenangi, ini bahaya, teman-teman, karena hal itu dapat menjadikan diri kita pemalas dan lalai akan kewajiban. Apalagi, jika status kita bukan lagi single namun sudah memikul kewajiban sebagai seorang suami atau ayah, nauudzubillah… jangan sampai kita menjadi pemalas dan menelantarkan istri dan anak-anak kita.

Dan berikut juga saya sharing, beberapa alasan mengapa suami tidak boleh menjadi pemalas. Simak yuk teman-teman..

  1. Pemimpin Rumah Tangga

Allah Subhanahu wa ta’alla memberikan keutamaan pada kaum lelaki lebih besar daripada kaum wanita. Misalnya, dari sisi penciptaan, fisik kita jauh lebih kuat, yang mana kita lebih mampu melakukan pekerjaan berat. Begitupun dari sisi akal, pria jauh lebih bisa berfikir jernih tentang tindakan terbaik dan visioner, sehingga lebih hati-hati dan lebih tepat dalam mengambil keputusan.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Hal ini karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An Nisa: 34)

Maka dari itu, Allah menjadikan kita pemimpin dalam rumah tangga kita yang mana salah satunya bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga, mulai dari makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Oleh karena itu, dalam sebagaian harta yang dimiliki suami terdapat hak istri.

Jadi teman-teman, yuk semangat dalam mencari rezeki! Utamakan kewajiban kita sebagai suami.

View this post on Instagram

Maa syaa Allah Tabarakallah. . . Teman2.. Tiap2 kita adalah pemimpin.. bener ga? walaupun ga ada anggota bang? ya kalau ga ada anggota, minimal jadi pemimpin untuk diri sendiri.. 😁😁. . Teman2 kan juga tahu… tugas pemimpin itu berat banget.. baik untuk mempimpin orang lain, ataupun memimpin diri sendiri. . kita, dan juga semua orang.. pasti punya harapan dan impian.. dan namanya mengejar harapan dan impian (impian dan ikhtiarnya tidak boleh melanggar syariat ya 😊). jalannya pasti ga mudah.. banyak hal2 yang ga kita sukai akan menjadi hambatan dan penghalang.. sering kali, untuk mewujudkan semuanya.. kita harus melakukan hal2 yang sebenarnya kita ga suka. . Nah, disinilah peran seorang pemimpin.. gimana caranya, orang2 yang dipimpin, harus mau melakukan hal2 yang sebenarnya mereka ga suka.. demi bisa mewujudkan apa yang mereka impikan. waw, berat ya.. iya bang berat, yaudah deh.. aku ga mau mimpin siapapun.. Ahh…yang begini ni calon jomblo seumur hidup hahahaha.. . JADI, siapkan untuk jadi PEMIMPIN?

A post shared by teuku wisnu (@teukuwisnu) on

2.Harga Kian Hari Makin Meninggi

“Semakin hari harga semakin naik”, begitulah keluh kesah ibu-ibu, dan memang nyatanya seperti itu. Karena inflasi, harga-harga mengalami kenaikan, mulai dari; BBM, biaya listrik, biaya telepon, pendidikan anak, kebutuhan dapur dan sebagainya. maka seharusnya, peran suami lagi-lagi gak boleh malas, melainkan bersemangat dalam mencari nafkah halal.

Dan bila ada rasa malas mulai tumbuh pada diri kita, maka kita harus ingat teman-teman, balasan yang Allah berikan kepada kita berupa pahala yang besar. Sebagaimana harta yang kita keluarkan untuk istri dan anak-anak kita bernilai sedekah.

“Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itupun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah”. (HR. Ahmad)

View this post on Instagram

Teman2… ga terasa ya, uda berbulan2 kita hidup bersama pandemi.. dampak negatif adanya pandemi juga luar biasa.. mulai dari PHK.. Krisis ekonomi.. Usaha2 banyak yang ga mampu bertahan.. dan sebagainya. . ada satu istilah yang cukup familiar dari dulu.. "Change or Die" istilah ini pun cukup sering digaungkan selama pandemi. . Tapi memang, istilah itu cukup relevan dijadikan sebagai acuan.. persis seperti bunglon..hehe ternyata, banyak sisi positif yang bisa kita pelajari dari seekor bunglon.. salah satu jurus pamungkas seekor bunglon untuk bertahan hidup dan berlindung dari ancaman adalah dengan merubah diri.. yes, adaptasi dan merubah diri mengikuti alam sekitar. . Nah, di masa pandemi ini.. Rasanya kita memang harus banget mengadopsi jurus bunglon.. yes kita harus berubah.. Menghentikan pandemi tentunya sulit, memaksa keadaan untuk mengikuti keinginan kita juga rasanya mustahil. . tapi kita sangat bisa untuk merubah diri dan lingkungan terdekat kita, keluarga kita, usaha kita.. berubah menyesuaikan keadaan saat ini.. merubah kebiasaan, merubah pengeluaran, merubah sumber pemasukan.. dan sebagainya (tapi jangan melanggar koridor syariat ya 😁). . InsyaAllah, perubahan bisa menjadi solusi bagi kita menghadapi pandemi ini.. eh ternyata, ga cuma bunglon yang suka berubah saat terancam.. satria baja hitam, powerranger dan kawan2 nya, juga pasti berubah kan kalo ada ancaman monster.. hehehe. . jadi, Saatnya berubaaaaaaaah!!! SIAP?

A post shared by teuku wisnu (@teukuwisnu) on

 

3.Mendidik Anak Juga Tugas Pria

Istri jaga anak, suami cari uang. Bukan seperti itu konsepnya teman-teman, dalam mendidik anak, suami juga berperan penting. Karena itu kan anak kita, bukan cuma anak dari istri saja. Maka, suami haruslah memberikan ketauladan yang baik untuk anak-anaknya.

Lelah bekerja seharian lalu istirahat bukanlah alasan yang tepat untuk tak membersamai tumbuh kembang anak. Justru, peran ayahlah yang penting! Ingat, bentuk didikan pada anak bukan hanya berupa belajar alfabet atau huruf hijaiyah, melainkan menanamkan iman, karakter dan akhlak terpuji untuk mereka.

“Hai orang-orang beriman, perihalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (QS. At Tahrim: 6)

 

 

Jadi, masih adakah alasan untuk diri kita bermalas ria, bro?

Semoga artikel ini bermanfaat & memotivasi kalian untuk bersemangat ya!

 

Teuku Wisnu

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *