Cerita

Catatan Perjalanan Di Tanah Suci (Bagian 1)

Ibadah umrah yang saya lakukan ini adalah yang pertama kali bagi saya . Bersama sahabat-sahabat saya , Rio Ory Vitrio , Dude beserta Istrinya , Triadji juga beserta istrinya . Dan alhamdulillah memang banyak sekali pengalaman saat saya berada di sana , banyak hal yang terjadi baik di madinah atau di mekkah . Tapi Alhamdulillah semua yang saya alami adalah pengalaman baik .

Keberangkatan pertama kali pada saat itu adalah ke Madinah, bukan ke mekkah .

Seperti yang kita tahu, di madinah terdapat makamnya Rasulullah SAW , di sana juga ada makamnya Abu Bakar As-Shiddiq R.A. dan juga makamnya Umar Bin Khattab R.A. Di sana ada satu tempat yang ketika kita berdo’a di sana , In Syaa Allah mustajab untuk berdo’a , tempat ini sering dikatakan sebagai taman surga . Terletak di antara mimbar sampai makam Rasulullah SAW . Ya , itulah Raudhah. Raudhah atau taman syurga yang terletak di dalam Masjid Nabawi. Terdapat tempat yang memiliki keutamaan lebih. Tempat yang sangat mulia itu merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin sholat, teriring pula tentunya ibadah para sahabat nan sholeh.

 

Hal pertama yang akan saya ceritakan adalah ketika saya berada (sedikit) dekat mimbar Rasulullah SAW
Tidak tahu kenapa , saya membayangkan seolah-olah Rasulullah SAW sedang naik ke mimbar tersebut, kemudian berdiri di sana dan berbicara kepada semua orang yang ada di sana . Begitulah yang ada dalam bayangan saya saat itu . Dan hingga akhirnya tak terasa air mata mengalir . Ya , Saya menangis , saya menangis bahkan menangis tersedu-sedu pada saat itu . Mimbar tersebut seolah-olah menggambarkan bagaimana Rasulullah saw menegakkan dan memperjuangkan agama Allah SWTΒ  , baik di Mekkah ataupun di Madinah.
Sejak saat itu , setiap detiknya saya selalu membayangkan bagaimana sulitnya perjuangan Rasulullah SAW menegakkan agama islam.

Saya benar-benar menangis tersedu-sedu di sana.

Barulah setelah itu saya menghampiri taman syurga tersebut setelah terkagum-kagum dengan mimbar Rasulullah SAW. Alhamdulillah Saya sempat berdo’a di sana.

Kemudian saya mendekat menuju makam Rasulullah SAW dan kedua Sahabatnya, Abu Bakar dan Umar R.A. setelah berdo’a di Raudhah. Dan lagi-lagi hal yang sama juga terjadi pada saat saya berdiri di sana. Saya kembali menangis tersedu-sedu. Saya semakin terbayang tentang perjuangan mereka pada saat itu. Pada saat itu saya berkali-kali mendatangi makam Rasulullah SAW dan berkali-kali pula saya menangis tersedu-sedu.

Setekah sekian lama berada di sana, saya dan yang lain akhirnya bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju mekkah . Sebelum berangkat kami sempat melakukan ‘Perpisahan’ dengan mimbar , raudhah dan makam Rasulullah SAW , dan juga makam Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Di sana saya kembali menangis . Senang . Senang sekali rasanya saya dapat mengalami semua ini . Bisa melihat dan berdiri dekat mimbar Rasulullah SAW , bisa berdo’a di taman syurga raudhah , juga dapat melihat dengan dekat makam Rasulullah dan kedua sahabatnya tersebut. Alhamdulillah .. Semoga saya bisa kembali bertemu dengan beliau nanti di Surganya Allah SWT. Aamiin Ya Allah Ya Rabbal Aalamin.

-bersambung

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *