Cerita

Bila Berhasil Melewati Ujiannya, Allah Akan Janjikan Terhindar Dari Api Nereka & Di Akhirat Dekat Dengan Nabi-Nya

Teuku Adam Al-Fatih,
Cut Hawwa Medina Al-Fatih,
Cut Shafiyyah Mecca Al-Fatih.

“Maa Syaa Allah.. masih terekam jelas memori di benakku, dikala istriku yang saat itu berjuang melahirkan buah hati kami. 1 putra dan 2 putri; abang Adam, kakak Hawwa & dek Shafiyyah yang Allah amanahkan kepada kami. Maa Syaa Allah, amanah yang sangat berharga dan semakin hari semakin membuatku merasa bahagia. Terlebih, saat dek Shafiyyah lahir ke dunia, adalah waktu di mana Allah memberikan ujian hidup yang luar biasa, namun bila aku dan istriku berhasil melewatinya, maka mereka akan menjadi pelindung kami dari api neraka”.

Maa Syaa Allah, Tabarakallah


 

Kehadiran Adam, Hawwa dan Shafiyyah tentunya semakin melengkapi kebahagiaan aku dan istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Karena tawa, canda dan tingkah laku mereka yang lucu dan menggemaskan selalu menambah kehangatan dan keceriaan keluarga. Makanya, seringkali aku merindukan mereka saat aku tak sedang di rumah.

Dan aku pun sadar, mereka adalah titipan. Titipan dengan ujian yang istimewa dan berlaku seumur hidup. Terlebih, aku diamanahkan memiliki dua anak perempuan. Di mana dalam Islam, ini adalah keutamaan yang sangat agung. Karena sebagaimana sabda Nabi,

“Barangsiapa yang mendapatkan ujian dari anak perempuannya, kemudian dia berbuat baik kepadanya, maka anak perempuannya tersebut akan menjadi pelindung baginya dari api neraka” – (HR. Bukhari)

Maa Syaa Allah, tentunya ini perkara yang besar, karena perkara ini berhadiah terhindar dari api nereka, hal yang dijanjikan Allah Ta’ala. Siapa sih yang gak tergiur dengan nikmat tersebut? Dan dari sini, aku pun semakin belajar bahwa betapa tingginya Islam menjaga dan memuliakan wanita, bahkan sejak ia lahir ke dunia.

Aku jadi ingat sejarah kelam, di mana saat itu belum datang Islam. Jangankan memuliakan wanita, menganggapnya manusia saja tidak. Orang-orang Yunani menganggap wanita sebagai sarana kesenangan saja, orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami menjual anak perempuan atau istrinya, dan orang-orang Arab memberikan hak atas seorang anak mewarisi istri ayahnya. Mereka tidak mendapatkan hak waris dan tidak berhak memiliki harta benda. Dan itu pun yang terjadi di Persia, Hidia dan lain-lainnya. Bahkan, sampai mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan. Naudzubillahimindzalik.. Sungguh kejam luar biasa!

Berbeda saat cahaya keislaman datang, di mana risalah yang dibawa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam memerangi segala bentuk kedzaliman dan menjamin setiap hak tanpa terkecuali. Begitu juga dengan hak wanita, di mana agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungu oleh syariat Islam. Maa Syaa Allah, luar biasa sempurnanya agama ini.

Makanya, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pun memberikan tempat yang spesial di hari kiamat bagi umatnya yang berhasil merawat dua anak perempuan. Tak lain dan tak bukan, tempat itu adalah di sisinya.

“Barangsiapa mengurusi dua anak perempuan sampai baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat bersamaku (beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam merapatkan jari-jarinya)” – (HR. Muslim)

Maa Syaa Allah…

Untuk itu, kiranya aku dan istriku dapat kuat dan bersabar dalam mendidik dan merawat anak-anak kami hingga tutup usia tanpa membedakan yang satu dengan yang lainnya. Karena ketiganya (Adam, Hawwa & Shafiyyah) merupakan harta kami yang paling berharga lebih dari apapun.

Dan untuk begitupun untuk orangtua yang lagi membaca artikelku ini, semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjaga, merawat dan mendidikan keturuan kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin


 

Teuku Wisnu

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *