InspirasiKeluarga

Belajar Bersama Mengenal Cinta-Nya dalam Tujuh Tahun Berumah Tangga

Selayaknya fitrah yang Allah Ta’ala selipkan ke dalam jiwa hamba-hamba-Nya yang berkeluarga, pastinya, dalam rumah tangga, setiap anggota keluarga ingin merasakan cinta dan bisa mencintai, merasakan bahagia dan bisa membahagiakan. Dan begitupun juga dalam rumah tangga saya dan istri saya, Shireen Sungkar.

Selama tujuh tahun perjalanan, maa syaa Allah… saya mendapatkan banyak cinta, perhatian dan kasih sayang dari istri dan juga ketiga buah hati kami. Makanya, saya juga berusaha memberikan kebahagiaan untuk mereka berupa kebaikan-kebaikan untuk yang Allah ridhai dan sesuai syariat agama.

“…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak, maka (dalam ayat ini) Allah Ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. Allah telah memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya…” (Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 637).

Dan sebagai pemimpin keluarga, saya menyadari kedudukan dan tanggung jawab saya. Yang mana bila salah atau keliru, semua akan ditanggung di akhirat kelak. Jadi, bukan hanya kebutuhan duniawi saja yang harus saya penuhi, namun juga kebutuhan rohani berupa pengajaran dan bimbingan agama agar bermanfaat dan kekal di dunia hingga akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin…

Namun, saya masih banyak kekurangan dan kekhilafan. Dan saya pun masih terus menerus belajar. Alhamdulillah, Allah anugerahkan saya istri yang menyenangkan hati, supportif dan mau belajar bersama untuk mengenal agama dan cinta-Nya.

 

Perjalanan Tujuh Tahun Bersama

Selama saya berumah tangga dengan Shireen tentunya tak selalu berjalanan mulus, tak jarang badai persoalan serta topan masalah seringkali menerpa, bahkan menghantam bahtera kasih di antara kami berdua. Namun, alhamdulillah rumah tangga kami selamat karena kerjasama yang kuat. Saling pengertian, saling membutuhkan, saling sayang dan saling membutuhkan satu sama lain. Karena sedahsyat apapun problematika rumah tangga, selama memiliki niat ikhlas dan semangat mampu menepis segala halangan, in syaa Allah ada solusinya.

Justru berbagai persimpangan, tikungan tajam, belokan dan sebagainya, malah membuat pernikahan saya dan Shireen terasa indahnya. Karena suami dan istri sama-sama berperan.  Saya sebagai nahkoda diuji dalam mengendalikan laju kehidupan rumah tangga, dan istri saya Shireen diuji dalam perannya mengokohkan laju bahtera rumah tangga dalam sejuta cobaan yang menerpa.

Saya sadar, saya memiliki banyak kekurangan. Makanya, saya bersyukur sekali, Allah telah menganugerahakan saya Shireen Sungkar. Dan di tujuh tahun pernikahan ini, usia yang kata orang sudah melewati fase banyak tantangan dalam rumah tangga, saya ingin memberikan dia sedikit kejutan kebahagiaan. Semoga yang sedikit dan sekecil ini, bisa membuat hatinya bahagia dan semakin sayang sama saya hehehe.

Kejutan tersebut terangkum dalam Vlog The Sungkar Family ya..

Sepucuk Surat Untuk Istriku, Shireen Sungkar ku…

Bismillah…

Assalamu’alaykum sayang,

Istriku, dan ibu dari anak-anakku….

Sampai saat ini, aku masih terus bersyukur pada Allah Ta’ala, karena kasih sayang-Nya, Dia memberikanku kebaikan yang teramat sangat, yaitu… dipersatukannya aku denganmu 7 tahun silam.

Engkau adalah pendamping hidupku, temanku, pelipur laraku yang maa syaa Allah, senantiasa sabar dan menyenangkan dalam menghadapiku.

Dan tak terasa, sudah tujuh tahun kita mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Masih teringat jelas dibenakku, kala aku memegang erat tangan Papamu untuk mengucap janji suci pada Ilahi Rabbi demi mempersuntingmu. Rasanya, hari itu begitu bahagia…

Dan kini, Alhamdulillah, kebahagiaanku semakin bertambah nikmat tiap harinya, karena saat aku pulang ke rumah, ada suara yang selalu aku rindukan dengan lantang menyapa, “Abiiiiiii!”.

Ya, mereka ketiga buah hati kita.

Terima kasih sayang, sudah dengan tulus melayani dan merawat aku, Adam, Hawwa dan Syafiyyah. Satu hari aja aku tak di rumah, aku selalu merindukan kalian semua…

Sayang, terima kasih sudah mau belajar bersama dalam mengenal cinta-Nya dan mengenal agama-Nya bersama.

 

Betapa aku bersyukur karena Allah mencintaiku, dan Allah mencintaimu sehingga kita dipersatukan dalam naungan cinta-Nya.

Mohon maaf ya sayang, karena aku masih banyak kekurangan dalam membimbingmu…

Namun aku akan berusaha… karena aku ingin, bersama denganmu bukan hanya di dunia, namun aku juga ingin, bersamamu kembali nanti di Surga.

 

I love you, Shireen Sungkar

 

Semoga yang tujuh tahun ini, seiring berjalannya waktu akan berubah menjadi belasan tahun, puluhan tahun lalu berkumpul kembali dan jatuh cinta dengan dia (orang yang sama) di Surga-Nya Allah Ta’ala. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin

 

Teuku Wisnu

 

 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *