LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

Catatan Perjalanan Di Tanah Suci (Bagian 3)

Ada yang akan saya ceritakan lagi tentang pengalaman di mekkah . Pengalaman ini sangat menarik , yaitu ketika saya bertemu dengan Hamba Allah SWT bernama Sayyid Abdullah . Beliau adalah orang mesir, dan saya yakin bahwa yang mempertemukan kami adalah Allah SWT .

Jadi, awal cerita tersebut adalah ketika saya akan melakukan Shalat . Ketika saya telah mendapatkan tempat untuk shalat , beliau (Sayyid) sedang tidur dekat dengan tempat di mana saya melaksanakan shalat . Tahu bahwa akan ada orang yang akan melaksanakan shalat dekatnya , Sayyid menyampingkan badannya agar saya tidak terhalang ketika melakukan shalat . Saya pun segera shalat .
----
Selesai shalat , saya membuka Al-Qur’an dan membacanya . Di sini lah , Sayyid yang sepertinya mendengar lantunan ayat yang saya bacakan pun tiba-tiba mencolek saya . Sayyid ini tak bisa bahasa inggris , sedangkan saya tak bisa bahasa arab . Maka dari itu kita hanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat . Sayyid kemudian memberi isyarat untuk menyuruh saya melantunkan ayat suci Al Qur’an lebih kencang . Saya pun menuruti permintaannya dengan melantunkan ayat lebih keras . Dan Ma Syaa Allah ! Sayyid mengikuti bacaan yang saya baca tanpa melihat atau menoleh al Qur’an sedikitpun . Jadi setiap saya membaca , dia mengikuti dengan ucapannya . Saya lupa surat apa yang sedang saya baca namun yang pasti beliau mengikuti tanpa membuka Al Qur’an .

Saya cukup kaget sekaligus kagum terhadap beliau . Saya bacakan terus ayat demi ayat namun lama-kelamaan beliau pun menangis . Saya terkejut melhat sayyid menangis pada saat itu , karena tangisannya begitu tersedu-sedu sampai tak mau melanjutkan mengikuti bacaan Al-Qur'an. Saya sempat memegang badannya untuk berusaha menenangkan beliau pada saat itu tapi sambil saya lanjutkan ayat-ayat tersebut .

Ternyata , setelah saya melihat arti dari ayat-ayat yang saya baca , ayat tersebut mengisahkan tentang fir’aun , yang merupakan penguasa mesir dulu kala . Mungkin , yang saya bayangkan pada saat itu , sayyid terbayangkan akan bagaimana kejamnya fir’aun saat dulu . Begitu kejam , begitu jahiliyah , dan bagaimana Nabi Musa AS memperjuangkan dengan kuatnya saat di negeri mesir . Beliau yang merupakan rakyat mesir pasti bisa lebih merasakan bagaimana pahitnya sehingga sampai menangis tersedu-sedu . Pada saat itu juga mungkin , karena saya terlalu bersemangat , sampai-sampai ada orang yang datang menghampiri saya dan menyuruh saya untuk mengecilkan suara mengaji saya karena banyak orang yang juga mengaji di sana . Tak terasa berapa banyak surat yang saya baca , dan Ma Syaa Allah sayyid ini juga banyak sekali menghafal surat-surat sehingga beliau selalu mengikuti  apa yang saya baca . Dan yang membuat saya semakin bahagia adalah saya langsung diajarkan mengaji oleh sayyid pada saat itu . Beberapa kesalahan ketika saya membaca dibenarkan oleh beliau . Senang sekali bisa diajarkan langsung oleh orang mesir . Begitu niat dan sabar beliau mengajarkan saya , beliau juga terlihat ikhlas. Saya tak dapat menyembunyikan perasaan senang saya waktu itu .

Terkadang ada suatau masa di mana kita seperti ‘berdebat’ , lebih tepatnya selisih pendapat . Beliau bilang bahwa “ayat ini dibaca seperti ini” , sedangkan saya berkata “tidak , ayat ini dibaca seperti ini” dan sebaliknya . Dan setiap kami berselisih pendapat barulah beliau membuka Al Qur’an . Terkadang pendapat beliau benar , namun terkadang sebaliknya . Waktu itu pun kami sempat shalat berjama’ah , saya lupa pada saat itu saya melakukan shalat apa . Selesai shalat alhamdulillah saya pun bisa mengabadikan foto bersama beliau , sayyid abdullah . Saya foto dan beberapa saat kemudian saya masukkan ke media sosial saya . Oh ya , umurnya juga sudah tua . Mungkin kalau dilihat beliau ini cocoknya jadi kakek saya .

Setelah itu kami pun bersalaman , lalu mencium kedua pipi dan mengucapkan salam perpisahan . Begitu berkesan dengan pengalaman yang saya alami waktu itu . Senang bisa bertemu hamba Allah dari mesir, Sayyid Abdullah . Semoga sayyid selalu diberkahi dan dilindungi oleh Allah SWT . Semoga alamaln beliau mengajarkan saya mengaji mendapatkan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT , dan semoga kami bisa kembali bertemu jika saya kembali ke sana , In Syaa Allah . Aamiin Ya Rabbal Aalamin.