LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

ACEH KEMBALI DIGUNCANG GEMPA, TERINGAT MENCEKAMNYA TSUNAMI 2004

Rabu, 7 Desember 2016, pagi-pagi dapat kabar Aceh diguncang gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR. Akibatnya, banyak bangunan roboh, korban luka-luka dan tidak sedikit yang meninggal dunia. Kerusakan paling parah di daerah Pidie Jaya.

Gempa Aceh ini mengingatkan saya tentang kejadian tsunami 2004 silam. Saat itu, Aceh porak poranda. Setelah diguncang gempa, kemudian menyusul air laut meluap ke daratan dengan arus yang sangat besar.

Saat itu saya berada di Jakarta, tetapi papa dan mama tinggal di Aceh, tepatnya di daerah Sigli. Papa memang asli dari Aceh, dan kebetulan waktu itu dinas di tanah kelahirannya. Mama ikut menemani papa disana.

Mendengar kabar adanya tsunami, saya panik. Mencoba menghubungi papa dan mama disana tetapi tidak bisa. Ingin tahu kabar disana bagaimana, sangat khawatir. Saya ingin segera pulang ke Aceh. Tetapi tiga hari kemudian saya dapat kabar, papa dan mama selamat. Alhamdulillah.

Waktu itu ingin sekali kesana, tetapi tidak diizinkan karena transportasi susah dan malah akan merepotkan. Akhirnya saya memutuskan di Jakarta saja.

Penuturan dari papa saat itu, usai gempa bumi, kondisi sangat mencekam. Orang-orang berteriak “air-air”, papa terbelalak melihat ada air dijalanan, semakin meninggi dan mengalir deras bahkan ada yang melihat tinggi air sepohon kelapa. Waktu itu belum tahu nama tsunami.

Pulang ke rumah, bangunan dalam keadaan hancur, puing-puing berserakan, listrik mati, malam hari sangat gelap, Aceh bak kota hantu. Makanan juga saat itu sangat menipis. Sampai hari kesepuluh, banyak mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.

Dari kejadian ini, masyarakat Aceh trauma. Beberapa kali terjadi gempa, mereka berhamburan keluar rumah, khawatir kembali terjadi tsunami.

Gempa yang terjadi kali ini juga demikian. Warga Aceh berhamburan keluar rumah. Meski pemerintah mengumumkan tak ada tsunami, tetapi warga Aceh was-was, khawatir tiba-tiba ada air menerjang.

Saya turut berduka dengan adanya gempa ini. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Mari kita berdoa untuk kebaikan warga Aceh. Semoga mereka diberikan kesabaran dan pahala yang berlimpah atas musibah yang ditimpakan kepada mereka. Amin.