LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

DI ANTARA WANITA PILIHAN

Sejatinya, kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan. Namun kita punya pilihan untuk memuliakan setiap wanita yang telah memberi makna. Saat belum berumah tangga, memuliakan ibu menjadi kewajiban utama. Memberi cinta kasih, melindungi, menghormati dan patuh kepadanya. Setelah memiliki istri, kewajiban bertambah. Namun tidak mengurangi rasa cinta kepada yang pertama. Kewajiban suami kepada istri yaitu memberikan nafkah lahir bathin demi memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, menciptakan surga di dalam rumah. Dalam sebuah hadits dari Hakim bin Muawiyah dari ayahnya, Muawiyah bin Haidah, Ia bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya?. Rasulullah menjawab: Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan memboikotnya (mendiamkannya) kecuali di dalam rumah. (HR. Abu Dawud) Jika memiliki anak perempuan, bertambahlah anugerah. Namun memilikinya juga merupakan amanah yang tidak mudah. Tersirat tugas untuk menjaganya, mendidiknya agar bisa selalu menjaga marwah diri dan menemaninya dalam setiap pergantian fase kehidupan. Atas izin Allah, Alhamdulillah saya memiliki ketiganya sampai saat ini. Ingatkan saya agar tetap bisa berlaku tulus. Tak mudah merasa tinggi hati dan selalu memiliki cinta tanpa batas untuk mereka. Tetap bersemangatlah untuk memuliakan mereka. Karena dalam setiap langkahmu diluar sana, ada doa tanpa henti, harapan yang menyertai agar engkau senantiasa selamat dan terjaga dimanapun berada.