LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

MAAFKAN, SAYA TELAH MENCINTAINYA

Ketika saya memilih wanita yang saat ini menjadi pasangan hidup, apakah karena cinta? Tentu saya mencintainya, mengaguminya dan mendambakannya untuk menjadi ibu dari anak-anak saya. Saat itu rasa cinta begitu menggelora. Seiring perjalanan bersama, terkadang terjadi selisih paham antar kami berdua. Bisa jadi karena proses adaptasi. Dari dua karakter yang berbeda, hidup bersama, dan kesibukan masing-masing yang kadang membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik. Namun saya mengulang ingatan, alasan saya untuk menikahinya. Bukan hanya untuk hidup dalam beberapa hari atau hitungan minggu saja. Dan tujuan menikahinya bukan hanya untuk sekedar jadi 'pajangan' dan dibanggakan kepada orang lain. Saya memohon izin untuk memilikinya kepada orang tuanya. Bertekad menjadi imam rumah tangga, membimbing dan saling menjaga. Berharap dan berdoa agar bisa memiliki keturunan yang shalih, in Syaa Allah bisa mendoakan untuk kami di dunia dan akhirat Didalam pernikahan itu penuh dengan ibadah jika dilakukan dengan tulus, ikhlas karena Allah dan sesuai syariatNya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya. (HR. Al Baihaqi dalam Syuabul Iman)