LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

Hati-hati dengan sifat iri !!!

“ih, mobilnya baru lagi, pasti abis dapat proyek gelap tu..” “enak bgt hidupnya ya, jalan-jalan keluar negeri terus, emang gak punya kerjaan apa??” “ah, palingan cari sensasi aja, sengaja biar diliput terus sama infotainment” Kita sering menganggap hidup tidak adil. Ada yang berhasil dengan cepat, namun masih ada yang harus berjuang untuk bertahan hidup. Jika melihat orang lain berhasil, sukses, manusiawi rasanya jika timbul rasa iri atau cemburu. Berhati- hatilah, jangan sampai sifat cemburu yang muncul malah membuat kita menjadi berburuk sangka, menghina dan menjelek-jelekkannya. Namun, siapakah yang sebenarnya yang pantas untuk dicemburui? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dua golongan manusia yang pantas untuk dicemburui, yaitu orang yang memahami Al-Quran dan mengamalkannya, serta orang yang memiliki harta dan menginfakkannya dijalan Allah. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shollallahu \\'alaihi wasallam bersabda yang maknanya : “Tidak ada( sifat ) iri ( yang terpuji ) kecuali pada dua orang : seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Al Quran kemudian dia membacanya diwaktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan ( bacaan Al Qur’an ) nya dan berkata : “Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Al Quran) seperti yang diberikankepada si fulan, sehingga aku bisa mengamalkanseperti (membaca Al Quran) seperti yang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah Ta\\'ala baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah) dijalan Allah seperti yang diamalkannya.” (HR. Bukhari).

Senantiasa diingat saudaraku, dan ini nasehat untuk diri saya juga bahwa Kita harus menjaga hati agar tidak timbul iri kecuali dalam urusan kebaikan. Apapun kemajuan atau keberhasilan yang orang lain raih, terutama dalam urusan agama, hendaknya kita punya tujuan untuk bisa menjadi seperti dia atau bahkan melebihinya. Keberhasilan orang lain tersebut juga bisa menjadi cerminan, agar kita berusaha lebih keras untuk mencapai hasil terbaik. Dan kita juga tidak pernah tahu seberapa besar pengorbanan seseorang tersebut untuk mencapai keberhasilannya saat ini. Karena semua butuh perjuangan dan kesuksesan besar itu tidak bisa didapat dengan cara instan. Sifat iri yang tidak bermanfaat malah merugikan dan buang-buang waktu. Malah kita jadinya hanya berfokus dengan kelemahan orang lain, bukan berpacu untuk memperbaiki diri. Saudaraku, semoga kita selalu terhindar dari rasa iri yang tidakbermanfaat. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari prilaku yang membuat-Mu tidak ridha. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari dengki, iri, hasad dan sombong. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari seluruh keburukan, kesakitan dan seluruh penyakit.”