LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

INDAHNYA MEMAAFKAN

“Barangsiapa memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat.” (HR Ahmad No – 7122) Keistimewaan manusia diciptakan berbeda dengan makhluk lainnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta\\'ala adalah memiliki emosi, perasaan, akal, pikiran, kemampuan untuk bersosialisasi, berpasang-pasangan dan keistimewaan lainnya. Namun manusia juga tidak tercipta sempurna, Allah Ta\\'ala selipkan banyak kekurangan, kekhilafan dan kesempatan untuk melakukan kesalahan. Agar manusia sadar bahwa hanya makhluk yang lemah dan selalu berserah diri kepada Penciptanya, Sang Maha Sempurna. Allah Ta\\'ala ketuk pintu hati manusia yang dikehendaki-Nya saat berbuat kesalahan, mengakuinya, dan menerima ampunannya. Sesungguhnya pintu ampunan Allah Ta\\'ala selalu terbuka lebar untuk orang-orang yang mau mengakui kesalahan dan bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri. Lantas bagaimana dengan kita, yang hanya berstatus sebagai seorang hamba? Pantaskah jika selalu merasa paling berkuasa, mengungkit kesalahan orang tanpa henti dan menyimpan dendam?

Sesungguhnya seseorang yang disakiti oleh orang lain dan bersabar atasnya serta memaafkannya padahal dia mampu membalasnya maka sikap seperti ini sangat terpuji. Nabi shollallahu \\'alaihi wasallam bersabda (yang maknanya): “Barang siapa menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melakukan –pembalasan– maka Allah akan memanggilnya di hari kiamat di hadapan para makhluk sehingga memberikan pilihan kepadanya, bidadari mana yang ia inginkan.” (Hadits ini dihasankan olehAsy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan IbnuMajah no. 3394). Maafkan saya sebagai hamba yang tak lepas dari kesalahan, yang selalu bisa khilaf, dan tak bisa berpura-pura agar bisa selalu terlihat sempurna. Mohon ingatkan saya dengan santun, karena dengan cara kasar mungkin bisa tak tersampai pesan yang ingin diungkap. Dan semoga Allah senantiasa membukakan pintu hati kita untuk menerima ilmu dan segala kebaikan. Dan hanya Allah Ta\\'ala Pemilik Kebenaran sejati, Barakallahu fiikum saudara-saudariku…