LOADING

Cerita Sehari-hari

Post image

TAKUT KETIKA SENANG

Sahabatku yang mulia..
Siapa diantara kita yang tidak bergembira ketika mendapatkan sebuah kesenangan. Siapa yang tidak senang bisa tinggal dirumah mewah dan megah. Siapa pula yang tidak senang bisa keluar masuk restoran mahal dan makan dengan sepuasnya. Atau siapa yang tidak senang bisa nginap di hotel bintang lima berkelas internasional. Sungguh inilah yang terjadi pada diri kita saat ini.

" Sahabatku yang mulia..."

Suatu ketika, Abdurrahman bin 'Auf -Radhiyallahu 'Anhu- pernah dijamu berbuka puasa dirumah salah seorang sahabat ( layaknya jamuan yang disediakan bagi pembesar- pembesar dinegara kita saat ini- pent). Akan tetapi, bukan malah beliau bergembira atau bertambah nafsu makannya disebabkan hidangan- hidangan lezat dihadapannya, beliau malah menangis seraya berkata " Mush'ab bin Umair adalah orang yang lebih baik dariku. Akan tetapi, ketika ia syahid dalam peperangan uhud, tidak ada kain untuk mengkafaninya kecuali hanya sehelai kain. Jika kepalanya ditutupi maka terlihatlah kedua kakinya. Dan jika kakinya yang ditutupi, maka kepalanya pula lah yang akan terlihat. Sementara kita dikaruniai harta dunia yang melimpah. Kami khawatir, jangan-jangan Allah mempercepat kenikmatan-kenikmatan (dari pahala kebaikan) kita didunia. Lalu Abdurrahman bin 'Auf pun menangis dan meningglkan makanan itu (HR.Bukhori 1275)
 

Maa Syaa Allah..betapa mulianya akhlak para Sahabat Rasulullaah. Ketika dihadapkan dengan berbagai kenikmatan, maka mereka pun merasa takut dengan kenikmatan-kenikmatan tersebut. Takut jika kenikmatan-kenikmatan tersebut melupakan mereka dari keta'atan kepada Allah. Takut jika kenikmatan-kenikmatan tersebut menyibukkan mereka dari mengingat Allah. Takut jika kenikmatan-kenikmatan trsebut menghilangkan kenimatan ibadah. Dan takut, jika kenikmatan-kenikmatan tersebut merupakan balasan kebaikan yang disegerakan didunia, sebagaimana Allah menyegerakan balasan kebaikan-kebaikan orang kafir didunia dan mereka tidak mendapatkan apa-apa diakhirat kecuali azab yang pedih. Na'udzubillaahh..

Semoga Allah memuliakan kita dengan sifat sabar dan syukur terhadap semua karunia dan nikmat-Nya yang dititipkan kepada kita dan keluarga.

Wallahu Ta'ala A'lam.